Showing posts with label Membahas Kitab Hadits. Show all posts
Showing posts with label Membahas Kitab Hadits. Show all posts

Sunday, 30 November 2008

Kitab Shahih Muslim

Disadur ulang oleh Mas Hatib dari berbagai sumber

Kitab Shahih Muslim merupakan kitab (buku) koleksi hadits yang disusun oleh Imam Muslim (nama lengkap: Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Naisaburi) yang hidup antara 202 hingga 261 hijriah. Beliau merupakan murid dari Imam Bukhari.


Koleksi hadits ini di kalangan muslim Sunni adalah koleksi terbaik kedua setelah Shahih Bukhari. Dari sekitar 300.000 hadits yang ia kumpulkan hanya sekitar 4000 yang menurutnya dapat diterima keasliannya.

Shahih Muslim terbagi menjadi beberapa kitab dimana tiap kitab terdiri dari beberapa bab. Judul bab tersebut menunjukkan fiqih Imam Muslim terhadap hadits-hadits yang termuat di dalamnya. Shahih Bukhari bersama dengan kitab Shahih Muslim disebut sebagai ash-Shahihain (Dua Kitab Shahih rujukan utama). Dalam menyusun kitab Shahihnya, Imam Muslim tidak memberikan nomor. Di kemudian hari ditambahkan nomor pada Shahih Muslim untuk memudahkan perujukan hadits.

Adapun Al-Imam Al-Bukhari dalam penyusunan kitabnya menentukan persyaratan lagi yang lebih ketat. Diantaranya periwayat-periwayat (rawi) haruslah sejaman dan mendengar langsung dari rawi yang diambil hadits darinya. Kelebihan kitab Shahih Al-Bukhari adalah terdapat pengambilan hukum fiqih, perawinya lebih terpercaya dan memuat beberapa hikmah dimana unsur-unsur ini tidak ada pada Shahih Muslim.

Jadi secara umum kitab Shahih Al-Bukhari lebih shahih dibanding kitab Shahih Muslim. Namun ada beberapa sanad dalam Shahih Muslim yang lebih kuat daripada sanad Shahih Al-Bukhari. Kiranya cukuplah kesepakatan umat (ulama) sesudah mereka akan keshahihan kedua kitab tersebut dan menilai keduanya kitab yang paling shahih setelah Al-Qur’an sebagai keistimewaan tersendiri. Kecuali golongan SYI’AH yang tidak mengakui keberadaan keduanya. Meskipun demikian Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim tidaklah memuat semua hadits shahih sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Imam Al-Bukhari. Beliau hanya memasukkan sekian ribu hadits karena khawatir kitabnya terlalu "besar" sehingga membosankan pembaca. Demikian juga Al-Imam Muslim, beliau menegaskan bahwa beliau hanya menyusun hadits-hadits yang disepakati keshahihannya.

Masih banyak hadits shahih yang tidak masuk ke dalam kedua kitab tersebut. Al-Imam Al-Bukhari mengatakan hadits-hadits shahih yang beliau tinggalkan lebih banyak karena beliau menghafal 100.000 hadits shahih dan 200.000 hadits lemah. Sementara kitab Shahih Al-Bukhari sendiri memuat 4000 hadits shahih tanpa pengulangan dan 7275 hadits shahih dengan pengulangan.

Sedangkan kitab Shahih Muslim memuat 4000 hadits shahih tanpa pengulangan dan 12.000 hadits shahih dengan pengulangan. Lalu dimanakah kita bisa melacak hadits-hadits shahih lainnya yang lolos dari saringan Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim?

Kita dapat melacaknya di kitab-kitab hadits yang terkenal seperti Shahih Ibnu Khuzaimah, Shahih Ibnu Hibban, Kitab-kitab sunan yang empat, Mustadrak Al-Hakim, Sunan Al-Baihaqi, Sunan Ad-Daruquthni, dan lainnya. Meskipun demikian, para ulama setelah mereka terus meneliti akan keshahihan kitab-kitab ini terutama kitam Mustadrak Al-Hakim dan Sunan At-Tirmidzi yang -menurut para Ulama- penulisnya kurang ketat dalam menilai hadits (gampang menilai shahih sebuah hadits).

KEDUDUKAN SHAHIH BUKHARI MUSLIM DALAM HUJJAH

Al Imam Al Hafidz Syaikhul Islam Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf Asy-Syafi'I (Imam Nawawi) rahimahullahu ta'ala berkata tentang kedudukan kitab Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim :

"Para ulama rahimahullahu ta'ala telah bersepakat bahwa kitab yang paling shahih stelah Al-Qur'anul "Aziz adalah kitab Sahih Al-Bukhari dan sahih Muslim.

Kedua kitab itu telah terbukti diterima dengan lapang dada dan tangan terbuka oleh ummat Islam"

Dan juga beliau rahimahullahu ta'ala juga berkata :

"Karya hadits yang dianggap paling sahih,bahkan dianggap memiliki otoritas mutlak dalam dunia ilmu pengetahuan Islam adalah dua kitab Ash-shahih yang telah disusun oleh dua imam besar yakni Abu `Adillah Muhammad bin Isma'il Al Bukhari dan abul Husain Muslim bin Al Hajjaj Al Qusyairi radliallahu'anhumma.Tidak ada karya hadits yang mampu
menyaingi kedua kitab induk ini."

Asy-Syaikh Abu `Amr bin Ash-Shalah rahimahullahu ta'ala (yang dikenal juga dengan Imam Ibnu Shalah) berkata :

"Semua hadits yang oleh Muslim rahimahullah ta'ala telah dianggap sebagai hadits shahih di dalam kitab ini, maka derajat keshahihannya bisa dikatakan pasti dan bisa dipertanggung jawabkan secara teoritis (ilmiyah).Begitu juga dengan hadits-hadits yang oleh Al-Bukhari telah ditetapkan sebagai hadits shahih di dalam kitab Ash-Shahihnya.

Hal ini karena ummat telah menerima kualitas shahih kedua kitab tersebut secara ijma'."

Imam Al Haramain rahimahullahu ta'ala berkata :

"Seandainya ada seseorang yang bersumpah akan menceraikan istrinya kalau seandainya sabda Nabi shalallahu `alihi wa sallam yang terkandung dalam kitab Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim ada yang diragukan keshahihannya,maka perceraian itupun tidak mungkin
terjadi.Bahkan diapun tidak akan pernah dianggap melanggar kalimat sumpahnya.

Sebab para ulama kaum muslimin telah berijma' atas kesahihan kedua kitab hadits induk tersebut."

Dari penjelasan para Imam Hadits di atas maka dapat diringkas bahwa :

1.Kesahihan hadits-hadits dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Sahih Muslim adalah pasti.

2.Penerimaan keshahihan hadits-hadits pada ke dua kitab tersebut sudah
menjadi ijma' ulama dan ummat muslimin.

Read more...

Kitab Shahih Bukhari

Diedit dan disesuaikan oleh Mas Hatib
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Shahih_Bukhari



Kitab Shahih Bukhari merupakan kitab (buku) koleksi hadits yang disusun oleh Imam Bukhari (nama lengkap: Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah al-Ja'fai) yang hidup antara 194 hingga 256 hijriah.


Koleksi hadits ini di kalangan muslim Sunni adalah salah satu dari yang terbaik karena Bukhari menggunakan kriteria yang sangat ketat dalam menyeleksi hadits. Ia menghabiskan waktu 16 tahun untuk menyusun koleksi ini dan menghasilkan 2.602 hadits dalam kitabnya (9.802 dengan perulangan).



Daftar Kitab
1. Kitab Permulaan Wahyu
2. Kitab Iman
3. Kitab Ilmu
4. Kitab Wudhu'
5. Kitab Mandi
6. Kitab Haid
7. Kitab Tayammum
8. Kitab Shalat
9. Kitab Waktu-Waktu Shalat
10. Kitab Adzan[1]
11. Kitab Shalat Jum'at
12. Kitab Haji[2]
13. Kitab Puasa
14. Kitab Shalat Tarawih [dan I'tikaf]
15. Kitab Jual Beli
16. Kitab Salam (Tempah, Pemesanan)
17. Kitab Syuf'ah (Penyewaan)
18. Kitab Ijarah (Upah)
19. Kitab Wakalah (Perwakilan)
20. Kitab tentang Berladang dan Bercocok Tanam
21. Kitab Distribusi Air (Pengairan)
22. Kitab Masalah Hutang
23. Kitab dalam Perselisihan (Pertengkaran)
24. Kitab Luqathah (Barang Temuan)
25. Kitab tentang Perbuatan-Perbuatan Zalim
26. Kitab Syirkah (Perseroan)
27. Kitab Pegadaian
28. Kitab Pembebasan Budak
29. Kitab Hibah (Hadiah) dan Keutamaannya
30. Kitab Syahadah (Persaksian)
31. Kitab Perdamaian
32. Kitab Persyaratan[3]
33. Kitab Wasiat
34. Kitab Jihad dan Ekspedisi
35. Kitab Permulaan Makhluk
36. Kitab Manaqib (Biografi)[4]
37. Kitab Berbagai Keutamaan Shahabat-Shahabat Nabi
38. Kitab Perang[5]
39. Kitab Tafsir[6]
40. Kitab Nikah
41. Kitab Thalaq
42. Kitab Nafkah
43. Kitab Makanan
44. Kitab Akikah
45. Kitab Sembelihan-Sembelihan, Berburu, dan Membacakan Bismillah atas Hewan Buruan
46. Kitab Korban-Korban
47. Kitab Minuman
48. Kitab Musibah Sakit
49. Kitab Pengobatan
50. Kitab Mengenai Makanan[7]
51. Kitab Adab (Budi Pekerti)
52. Kitab Isti`dzan (Memohon Izin)
53. Kitab Do'a-Do'a
54. Kitab Kalimat-Kalimat yang Melunakkan Hati
55. Kitab Ketentuan Allah
56. Kitab Sumpah dan Nadzar
57. Kitab Kafarat Sumpah
58. Kitab Faraidh (Hukum Waris)
59. Kitab Had (Pidana) dan Apa yang Harus Dihindari dari Had
60. Kitab yang Menjelaskan Orang-Orang yang Diperangi Terdiri dari Orang-Orang Kafir dan Orang-Orang yang Harus Diperangi dari Orang-Oang Murtad Sehingga Mereka Meninggal Dunia[8]
61. Kitab Diyat (Tebusan Kejahatan)
62. Kitab Orang-Orang Murtad dan Orang-Orang yang Menentang Diminta Bertaubat, dan Peperangan Terhadap Mereka
63. Kitab Pemaksaan
64. Kitab Helah (Upaya Tersembunyi)
65. Kitab Tafsir Mimi
66. Kitab Fitnah-Fitnah (Ujian/Siksaan)
67. Kitab Hukum-Hukum
68. Kitab Harapan Jauh (Angan-Angan)
69. Kitab Berpegang kepada Qur'an dan Sunnah
70. Kitab Tauhid[9]

Catatan

1. ^ a b (id) Achmad Sunarto dkk. Tarjamah Shahih Bukhari, Jilid I. CV Asy Syifa`, Semarang. Cetakan Pertama, Desember 1991.
2. ^ (id) -----. Tarjamah Shahih Bukhari, Jilid II. CV Asy Syifa`, Semarang. Cetakan Pertama, Maret 1993.
3. ^ (id) -----. Tarjamah Shahih Bukhari, Jilid III. CV Asy Syifa`, Semarang. Cetakan Pertama, Februari 1992.
4. ^ (id) -----. Tarjamah Shahih Bukhari, Jilid IV. CV Asy Syifa`, Semarang. Cetakan Pertama, Maret 1993.
5. ^ (id) -----. Tarjamah Shahih Bukhari, Jilid V. CV Asy Syifa`, Semarang. Cetakan Pertama, Mei 1993.
6. ^ (id) -----. Tarjamah Shahih Bukhari, Jilid VI. CV Asy Syifa`, Semarang. Cetakan Pertama, Juli 1993.
7. ^ (id) -----. Tarjamah Shahih Bukhari, Jilid VII. CV Asy Syifa`, Semarang. Cetakan Pertama, Juli 1993.
8. ^ (id) -----. Tarjamah Shahih Bukhari, Jilid VIII. CV Asy Syifa`, Semarang. Cetakan Pertama, Juli 1993.
9. ^ (id) -----. Tarjamah Shahih Bukhari, Jilid IX. CV Asy Syifa`, Semarang. Cetakan Pertama, Juli 1993.

Read more...

About This Blog

About This Blog

  © Blogger template Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP